Mengelola Stres Bersama Kucing

Memelihara Kucing bisa Menjadi Aktivitas Positif

Mungkin #sahabatMaw yang introvert lebih banyak menghabiskan waktu sendiri, misalnya untuk membaca novel, main game, atau nonton film/ drama di rumah. Kurang bergerak ternyata juga bisa membuat kita mudah stres loh. Jadi, benarkah memelihara kucing di rumah bisa tingkatkan mood kita?

Memelihara kucing di rumah ternyata bisa menjadi salah satu aktivitas positif sehari-hari. Mengatur waktu untuk merawatnya adalah salah satu aktivitas positif. Misalnya, #sahabatMaw harus membuat jadwal makan, mandi, dan bermain dengannya.

Rutinitas tersebut membuat #sahabatMaw lebih banyak bergerak. Tidak disadari, merawat dan bermain dengan kucing justru menjadi olahraga ringan di dalam rumah. Selain sebagai mood booster, bermain dengannya dapat menghilangkan kesepian dan menambah energi #sahabatMaw.

Memelihara kucing di rumah juga bisa melatih sikap tanggung jawab. Misalnya, jika seorang anak diberi kucing, maka ia akan belajar bertanggung jawab dengan menjaga, merawat, dan menyayanginya. Anak-anak bisa diajarkan cara memberi makan kucing, seperti waktu memberi makan, tempat makan khusus kucing, dan tidak memberi makan kucing sembarangan.

Memelihara Kucing Itu Mudah

Penasaran dengan kucing rumahan yang sangat penurut dengan pemiliknya? Tentu dia sudah dilatih setiap hari sampai mereka mengerti peraturan yang dibuat oleh pemiliknya. Jadi, kesabaran dan ketelatenan jadi faktor terpenting dalam melatih kucing kita dirumah.

Dia adalah hewan yang cerdas sehingga mudah untuk melatihnya. Bahkan, dia bisa mengerti ketika #sahabatMaw berbicara di depannya. Misalnya, ketika #sahabatMaw menyuruhnya buang kotoran di tempatnya, makan di tempatnya, menyuruhnya berjabat tangan, dan mengambilkan sesuatu. Berikanlah nama kesayangan, agar ada bonding diantara kalian dan dia mudah mengerti apa yang #sahabatMaw ajarkan ya.

Persiapan Sebelum Memelihara Kucing

Pastikan #sahabatMaw yakin bisa merawatnya dengan baik. Dia juga membutuhkan perhatian. Bermain dengan kucing bisa membentuk bonding yang kuat. Dia juga bisa stres karena sering ditinggal pemiliknya dirumah, keadaan rumah yang kotor, bulunya tidak terawat, dan kurang nutrisi.

Anggota keluarga

Anggota keluarga seperti jumlah dan usia juga mempengaruhi kenyamanan di dalam rumah. Dia juga membutuhkan ruang untuk bermain. Kalau di rumah #sahabatMaw ada orang tua atau balita, maka cukup berbahaya jika memiliki kucing yang sangat aktif. Selain itu, jangan memelihara kucing, jika ada anggota keluarga yang alergi terhadap kucing. Jika ada ibu hamil harus ekstra hati-hati dan mungkin konsultasikan dulu ke dokter agar tidak membahayakan janin dan ibunya!

Adaptasi

Jika #sahabatMaw mempunyai hewan peliharaan lain, maka diperlukan pengenalan terlebih dahulu agar terbentuk bonding diantara mereka. Dia termasuk hewan teritorial. Sehingga, membutuhkan waktu untuk beradaptasi terutama jika ada hewan peliharaan lain di dalam rumah.

Kebersihan

Kebersihan di dalam rumah juga harus dijaga. Bulunya bisa menempel di lantai, perabotan rumah, dan barang-barang lainnya. Kita bisa menggunakan penghisap debu agar praktis. Bisa juga disapu dan dilap pel agar tetap bersih dan kering. Agar lebih higienis, sebaiknya disemprotkan desinfektan ke area dimana dia sering tidur dan bermain. Jangan lupa #sahabatMaw harus sering mencuci tangan, misalnya setelah bermain dengannya dan sebelum makan.

Biaya perawatan

Biaya memelihara kucing merupakan salah satu pertimbangan yang paling penting. Beberapa biaya yang perlu dipersiapkan antara lain biaya makanan, vitamin, vaksin, grooming, perawatan/ cek ke klinik hewan, tempat tidur, mainan, dan kebersihan.

Nah, jadi pengen punya kucing di rumah kan? Memelihara kucing di rumah akan membuat #sahabatMaw lebih mudah mengelola stres dan lebih rileks. Sebab, memelihara kucing adalah salah satu aktifitas positif yang bisa menjadi mood booster. SahabatMaw pecinta kucing, yang introvert, mungkin lebih nyaman dengan kucing pasif seperti persia. Namun, yang terpenting adalah komitmen untuk merawatnya. Memelihara kucing memang mudah namun membutuhkan alokasi waktu, tempat, dan biaya khusus.

Ditulis oleh: Isnaillaila Paramasari (Mawnulis.com)

Sumber:

M. J. Sinojia. 2014. Stress Management And Pet Therapy. International Journal of Business Quantitative Economics and Applied Management Research. Vol. 1 (5): 54-60.

Tinggalkan komentar

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian
error: Maaf Konten Bersifat Original, Hanya untuk Dibaca, Terimakasih !!