Manfaat Susu sebagai Terapi Kesehatan dan Imun Booster

Susu mengandung lemak, protein, vitamin, dan mineral yang menyehatkan. Susu melindungi organ jantung, pembuluh darah, usus besar, dan tulang (Shaikh, 2015).

Susu merupakan makanan pertama manusia yang kaya akan nutrisi untuk pertumbuhan. Air susu Ibu atau ASI adalah makanan pertama yang paling sempurna nutrisinya. Susu sangat bagus untuk perkembangan otak dan kepadatan tulang. Ia mengandung energi dan nutrisi seperti lemak, protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk tubuh. Nutrisi tersebut juga terdapat pada susu hewani dan nabati, meskipun tidak sehebat pada ASI.

Mengonsumsi susu hewani seperti susu sapi sangat bagus untuk menjaga daya tahan tubuh dan dalam masa pemulihan. Misalnya, terapi untuk seseorang yang memiliki gangguan metabolik. Gangguan metabolik adalah penyakit tidak menular seperti peningkatan tekanan darah, kolesterol jahat, kadar gula darah dan trigliserida, serta penumpukan lemak di perut.

Namun, gangguan-gangguan tersebut dapat memicu penyakit yang lebih berbahaya yang menyebabkan kematian dini. Contoh penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolik adalah stroke, kanker, dan diabetes mellitus. Gangguan metabolik tidak hanya menyerang orang yang sakit saja, namun bisa juga menyerang orang yang sehat namun memiliki faktor resiko.

Faktor resiko bisa dipengaruhi oleh riwayat penyakit keluarga, pola makan tidak sehat, merokok, aktivitas fisik berlebih, dan stres. Faktor resiko tersebut dapat dikurangi dengan asupan protein yang cukup. Protein merupakan nutrisi penting bagi seseorang yang memiliki gangguan metabolik. Protein yang ada dalam susu misalnya. Ia sangat berperan dalam menyeimbangkan metabolisme tubuh dan proses regenerasi sel.

Susu seharusnya selalu ada di setiap menu makanan sarapan pagi. Susu membuat kita dekat dengan pola makan yang sehat. Segelas susu dapat memberikan energi dan semangat untuk beraktivitas seharian. Susu hewani yang mawnulis ketahui adalah susu sapi, kambing, domba, kerbau, kuda, dan unta. Susu hewani disebutkan di dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 66 (Shaikh, 2015).

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”

Susu hewani mudah diminum dan memberikan nutrisi lengkap bagi tubuh. Beberapa orang menyukai susu rendah lemak, namun sebagian lainnya menyukai susu murni. Bahkan, ada juga orang yang memilih susu yang tidak mengandung lemak atau susu skim. Susu rendah lemak mengandung lemak sekitar 1-2%. Sedangkan susu murni mengandung lemak sekitar 3.5 % (Shaikh, 2015).

6 pemikiran pada “Manfaat Susu sebagai Terapi Kesehatan dan Imun Booster”

    • Iya mas Redika..saya juga setuju. Memang ketika kita semakin lanjut usia metabolisme tubuh tidak lagi sama ketika kita masih muda. Susu untuk lansia biasanya diformulasikan khusus agar kandungan di dalamnya mudah dicerna sehingga nutrisi lebih mudah diserap oleh tubuh.. Selain itu, menurut saya susu lansia sebaiknya rendah akan kadar kalori, kolesterol, lemak, dan gulanya… Agar tubuh tidak mengalami gangguan metabolik..

      Balas
  1. Susu kambing mungkin bs dicoba, tp kalo aq kadang cenderung makan ikan aja.. Susu ga begitu wajib, karna kalo kebanyakan katanya bs bikin autoimun.. Apalagi buat bumil tdk dianjurkan minum susu sapi, sempet nanya di sebuah rs disalatiga, wktu itu mo beli susu buat bumil, tp ternyata kosong, dijawabnya, tidak boleh dr dinkesnya katanya, yg melanggar ijinnya bs dicabut.. Krna susu bs membuat bumil konstipasi gt.. Atau sulit bab gt,

    Balas

Tinggalkan komentar

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian
error: Maaf Konten Bersifat Original, Hanya untuk Dibaca, Terimakasih !!